Semoga Pandemi ini cepat berlalu dan bangsa ini akan bangkit menuju kesuksesan

Optimalisasi proses pemurnian dengan sacharat nira kental di Pabrik Gula Jatibarang-Banjaratma

PENDAHULUAN

a. Memberikan manfaat besar kepada perusahaan
b. Menggunakan biaya yang murah
c. Memberikan manfaat secepat mungkin.
d. Memiliki Multiplier effect positif paling banyak.
e. Sekecil mungkin ketergantungan pada pihak lain.
f. Memungkinkan untuk dilaksanakan berdasarkan situasi dan kondisi perusahaan

LATAR BELAKANG

a. Proses pemurnian kurang optimal dng viscusnya nira krn tebu terbakar dan wayu.
b. Effisiensi pemakaian bahan pembantu
c. Salah satu upaya peningkatan kualitas gula
d. Mengurangi effect korosifitas alat bahan besi.

DASAR TEORI

a. Sacharat merupakan ikatan antara Ca dengan sukrose dalam sifat ikatan lemah yang lebih dikenal dengan nama Calsium Sacharat
b. Sacharat nira mentah dapat memperbaiki penggumpalan endapan pada proses pemurnian nira tebu
c. Kelarutan Ca akan semakin baik dengan semakin tingginya kadar sukrose dalam larutan
d. Kadar sukrose nira kental lebih tinggi dibanding nira mentah maka pada sacharat nira kental kesediaan Ca++ lebih banyak

APLIKASI SACHARAT NIRA KENTAL

1. Mencampur nira kental dari penguapan dengan susu kapur 7ยบ Be dan diatur pH campuran larutan tersebut sampai pH 10 – 11.
2. Sacharat nira kental yang sudah jadi diaplikasikan di setasiun pemurnian sebagai pengganti susu kapur yang diberikan ke nira mentah tertimbang sampai pH 7.

















KESIMPULAN

1. Aplikasi sacharat nira kental sangat bermanfaat untuk effisiensi di pemurnian sehingga effisiensi proses meningkat.
2. Kualitas bahan baku (tebu) menurun, pengaruh negatif terhadap proses bisa ditekan.
3. Menekan pemakaian belerang yang harganya cukup tinggi.
4. Efek negatif proses hidrolisa sukrose di peti sulfitir nira mentah dapat ditekan sehingga sukrose yang hilang karena inverse berkurang.
5. Dengan kadar SO2 dalam nira yang rendah, dampak korosifitas terhadap peralatan (besi) berkurang
6. Kualitas yg lebih baik ( SNI ),dan gula lebih tahan simpan krn kadar SO2 nya lebih rendah.



Bermula dari mimpi untuk meraih Rendemen 10, salah satu faktor untuk mencapai rendemen tinggi adalah effisiensi proses dengan menekan kehilangan dan kualitas tebu giling yang menurun maka munculah sebuah tulisan ini. Kita wajib berupaya secara logic, ALLAH SWT lah sang maha penentu. Semoga dapat membawa manfaat untuk pabrik yang kita cintai ini. TERIMA KASIH.

Oleh :
PRAMONO HARDJANTO, BSc & TIM PENGOLAHAN
PG. JATIBARANG 2009





Bookmark and Share
Posted by mbesaran hijau on Tuesday, October 20, 2009
categories: |

0 comments

Post a Comment

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesia

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Blog Archive