Semoga Pandemi ini cepat berlalu dan bangsa ini akan bangkit menuju kesuksesan

Pengibarang sang saka merah putih

Jum'at, 17 Austus 2012 tepat di lapangan Tenis lapangan outdor Pabrik Gula Jatibarang dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 67 diikuti oleh manajemen dan seluruh karyawan Pabrik Gula Jatibarang dan diikuti pula Ibu-ibu Paguyuban, Walaupun dalam kondisi giling dan dalam suasana bulan Ramadhan namun terlihat khidmat dan semangat.  

Bapak Administratur memberikan sambutan dari Kementrian BUMN berkenaan dengan semangat perjuangan serta semangat untuk meneruskan perjuangan dengan berkarya dan membangun bangsa ini. 

Dalam acara Upacara tersebut dilaksanakan juga pemberian Penghargaan masa Pengabdian kepada para karyawan yang menerimanya dari mulai masa pengabdian 20 th, 25 th, 30th dan 35 th. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bapak Administratur Pabrik Gula Jatibarang beserta Ibu. 

Pemberian penghargaan masa pengabdian oleh Bpk Administratur & Ibu




Peserta penerima Masa Pengabdian

Read More
Posted by mbesaran hijau on Friday, August 17, 2012
0 comments
categories: | |

DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA BEKERJA KERAS UNTUK KEMAJUAN BERSAMA, KITA TINGKATKAN PEMERATAAN HASIL-HASIL PEMBANGUNAN UNTUK KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Read More
Posted by mbesaran hijau on Monday, August 13, 2012
0 comments
categories: | |

Suasana dalam Pabrik menjadi lebih berbeda saat ada kunjungan dari Paguyuban Ibu-Ibu PTP Nusantara IX (Persero) Unit Pabrik Gula Jatibarang yang dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Paguyuban Unit PG Jatibarang Ibu Supriadi walaupun dalam kondisi bulan Romadhon dan suasana pabrik yang sangat bising dan panas namun ibu-ibu tetap bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. 

Kegiatan ini adalah kunjungan atau kegiatan rutin yang dilakukan Ibu-ibu Paguyuban namun pada kesempatan ini dilaksanakan di dalam Pabrik guna melihat bagaimana kondisi para pekerja saat giling serta memberi suport dan dorongan kepada para suami untuk tetap bekerja dengan semangat dan slalu menjaga kesehatan. Sebagai seorang istri selain sebagai pendamping tentunya selalu memberikan dorongan baik spirit maupun doa sehingga para suami dapat bekerja dengan nyaman dan selalu mendapat barokah.

Kunjungan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Paguyuban ibu-ibu yang dengan antusias melihat dan bertanya mengenai proses pembuatan gula, walaupun ibu-ibu adalah pendamping para suami yang bekerja dalam produksi gula, tak jarang masih banyak ibu-ibu yang belum tahu bagaimana proses pembuatan gula dari tebu. Nah minimal dengan ibu-ibu ini dapat melihat kondisi karyawan di dalam pabrik sehingga tahu betul apa yang harus dilakukan oleh para suami saat bekerja. 

Para Ibu-ibu ini dipandu dari petugas kantor instalasi yang menjelaskan berbagai hal mengenai proses dari mulai tebu digiling di ST Gilingan hingga proses menjadi gula (Stamvloor) hingga Ibu-ibu dapat melihat hasil akhir dari proses pembuatan gula tersebut. Kondisi didalam pabrik sangat bising dan panas karena didalam banyak sekali mesin-mesih yang berputar sehingga tak jarang mengeluarkan suara bising tidak hanya itu uap panas yang keluar dari sudut-sudut pipa juga membuat udara didalam pabrik menjadi sangat panas. 

Sesampai di akhir proses tepatnya di ST Puteran atau diarea Stamvloor ibu-ibu melihat tumpukan-tumpukan karung yang sudah terisi gula yang siap dikemas setelah ditimbang yang kemudian di kumpulkan disuatu tempat yang nantinya akan dimasukan kedalam gudang. Sesekali ada beberapa ibu-ibu yang mencoba mencicipi rasa gula tersebut.

Read More
Posted by mbesaran hijau on Sunday, August 12, 2012
0 comments
categories: | |


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1433 H
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Read More
Posted by mbesaran hijau on
0 comments
categories: | |

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengusulkan, tiap pabrik gula memiliki minimal lahan tebu sekitar seribu hektare untuk mendukung produksinya.
"Tiap pabrik gula sebaiknya punya kebun tebu sendiri, meski tidak seluruhnya," kata Dahlan di sela-sela kunjungan di Banaran Resort, di Kabupaten Semarang, Jumat.

Pernyataan Dahlan tersebut untuk menanggapi keluhan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tentang kondisi delapan pabrik gula di provinsi ini yang perlu direvitalisasi.

Menurut Dahlan, jika satu pabrik gula minimal membutuhkan 5.000 hektare lahan untuk produksi, maka kebutahan sekitar seribu hektare di antaranya sudah tersedia.

Ia menuturkan, mekanisme ini sebagai upaya untuk mengantisipasi persaingan dengan komoditas lain yang ditanam oleh petani.

"Petani masih berpikir menanam padi lebih menguntungkan dibanding tebu," katanya.

Selain itu, lanjut dia, upaya ini juga sebagai bentuk pembinaan petani dalam menanam tebu.

"Selama ini, petani masih salah sangka tentang penilaian kualitas tebu untuk bahan baku gula," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, penyelesaian masalah pabrik gula bukan selalu soal teknologi.

"Masalah ini harus diselesaikan secara parsial, bukan melulu masalah teknologi," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bibit Waluyo menyampaikan bahwa delapan pabrik gula di Jawa Tengah masih memiliki mesin yang usia tua.

Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak mampu mendukung target swasembada gula di Jawa Tengah pada 2013 mendatang.


Read More
Posted by mbesaran hijau on Sunday, April 15, 2012
0 comments
categories: | |

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesia

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Blog Archive