Semoga Pandemi ini cepat berlalu dan bangsa ini akan bangkit menuju kesuksesan

Suasana dalam Pabrik menjadi lebih berbeda saat ada kunjungan dari Paguyuban Ibu-Ibu PTP Nusantara IX (Persero) Unit Pabrik Gula Jatibarang yang dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Paguyuban Unit PG Jatibarang Ibu Supriadi walaupun dalam kondisi bulan Romadhon dan suasana pabrik yang sangat bising dan panas namun ibu-ibu tetap bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. 

Kegiatan ini adalah kunjungan atau kegiatan rutin yang dilakukan Ibu-ibu Paguyuban namun pada kesempatan ini dilaksanakan di dalam Pabrik guna melihat bagaimana kondisi para pekerja saat giling serta memberi suport dan dorongan kepada para suami untuk tetap bekerja dengan semangat dan slalu menjaga kesehatan. Sebagai seorang istri selain sebagai pendamping tentunya selalu memberikan dorongan baik spirit maupun doa sehingga para suami dapat bekerja dengan nyaman dan selalu mendapat barokah.

Kunjungan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Paguyuban ibu-ibu yang dengan antusias melihat dan bertanya mengenai proses pembuatan gula, walaupun ibu-ibu adalah pendamping para suami yang bekerja dalam produksi gula, tak jarang masih banyak ibu-ibu yang belum tahu bagaimana proses pembuatan gula dari tebu. Nah minimal dengan ibu-ibu ini dapat melihat kondisi karyawan di dalam pabrik sehingga tahu betul apa yang harus dilakukan oleh para suami saat bekerja. 

Para Ibu-ibu ini dipandu dari petugas kantor instalasi yang menjelaskan berbagai hal mengenai proses dari mulai tebu digiling di ST Gilingan hingga proses menjadi gula (Stamvloor) hingga Ibu-ibu dapat melihat hasil akhir dari proses pembuatan gula tersebut. Kondisi didalam pabrik sangat bising dan panas karena didalam banyak sekali mesin-mesih yang berputar sehingga tak jarang mengeluarkan suara bising tidak hanya itu uap panas yang keluar dari sudut-sudut pipa juga membuat udara didalam pabrik menjadi sangat panas. 

Sesampai di akhir proses tepatnya di ST Puteran atau diarea Stamvloor ibu-ibu melihat tumpukan-tumpukan karung yang sudah terisi gula yang siap dikemas setelah ditimbang yang kemudian di kumpulkan disuatu tempat yang nantinya akan dimasukan kedalam gudang. Sesekali ada beberapa ibu-ibu yang mencoba mencicipi rasa gula tersebut.

Read More
Posted by mbesaran hijau on Sunday, August 12, 2012
0 comments
categories: | |


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1433 H
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Read More
Posted by mbesaran hijau on
0 comments
categories: | |

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengusulkan, tiap pabrik gula memiliki minimal lahan tebu sekitar seribu hektare untuk mendukung produksinya.
"Tiap pabrik gula sebaiknya punya kebun tebu sendiri, meski tidak seluruhnya," kata Dahlan di sela-sela kunjungan di Banaran Resort, di Kabupaten Semarang, Jumat.

Pernyataan Dahlan tersebut untuk menanggapi keluhan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tentang kondisi delapan pabrik gula di provinsi ini yang perlu direvitalisasi.

Menurut Dahlan, jika satu pabrik gula minimal membutuhkan 5.000 hektare lahan untuk produksi, maka kebutahan sekitar seribu hektare di antaranya sudah tersedia.

Ia menuturkan, mekanisme ini sebagai upaya untuk mengantisipasi persaingan dengan komoditas lain yang ditanam oleh petani.

"Petani masih berpikir menanam padi lebih menguntungkan dibanding tebu," katanya.

Selain itu, lanjut dia, upaya ini juga sebagai bentuk pembinaan petani dalam menanam tebu.

"Selama ini, petani masih salah sangka tentang penilaian kualitas tebu untuk bahan baku gula," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, penyelesaian masalah pabrik gula bukan selalu soal teknologi.

"Masalah ini harus diselesaikan secara parsial, bukan melulu masalah teknologi," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bibit Waluyo menyampaikan bahwa delapan pabrik gula di Jawa Tengah masih memiliki mesin yang usia tua.

Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak mampu mendukung target swasembada gula di Jawa Tengah pada 2013 mendatang.


Read More
Posted by mbesaran hijau on Sunday, April 15, 2012
0 comments
categories: | |


Administratur beserta jajaran karyawan Pabrik Gula Jatibarang
mengucapkan  :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1432 H

Minal Aidin Wal Faidin
Mohon maaf lahir bathin

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufik serta hidayahnya kepada kita semua,....Amin

Read More
Posted by mbesaran hijau on Tuesday, August 23, 2011
0 comments
categories: | |

Pabrik Gula (PG) Jatibarang, Brebes, Jateng 28 April lalu memasuki musim giling dengan kapasitas giling sekitar 3.000 ton tebu per hari. Aktivitas giling ini lebih awal dari yang ditetapkan Menteri Pertanian Suswono yang jatuh 5 Mei 2011.

Kepala Dinas Perkebunan Jateng Tegoeh Wynarno Haroeno mengatakan PG Jatibarang pada 28 April sekaligus membuka masa giling tahun ini. “Sementara dua lainnya, PG Sragi di Pekalongan dan PG Sumberharjo di Pemalang menyusul dalam waktu dekat ini,” katanya tadi.


Menurut dia, kedua pabrik itu sudah menggelar pesta perayaan giling tebu awal bulan ini, Sragi sudah selamatan 2 atau 3 Mei lalu, begitu juga Sumberharjo sudah.
Meskipun demikian, Tegoeh tidak menyebutkan secara pasti target realisasi produksi gula hingga awal Mei ini. Namun, dengan asumsi rendemen sekitar 7,34% sebagaimana diharapkan Pemprov, maka produksi gula hingga hari ini baru mencapai 19,82 ton.


Pihaknya berharap produksi gula kristal dari 13 PG di Jateng pada tahun ini mencapai 344.376 ton, dengan memperhitungkan rata-rata masa giling 131 hari, taksasi luas areal tergiling sebanyak 63.341 hektare dan rendemen 7,34%. “Musim giling akan diakhiri oleh PG Trangkil di Pati pada 28 Oktober mendatang,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi rendemen pada tahun ini, pihaknya mendorong penggunaan bibit unggul dan ketepatan tebang, angkut dan giling.


“Disbun mengembangkan pembibitan secara kultur jaringan an seluas 560 hektare, sedangkan secara konvensional seluas 20 hektare,” katanya.
Selain itu, antisipasi juga dilakukan melalui revitalisasi PG. Sejauh ini, baru tiga PG di Jateng yang melakukan revitalisasi mesin, yakni PG Trangkil, PG Pakis Baru dan PG Cepiring.


Seperti diketahui, target produksi gula Jateng pada 2010 tak terpenuhi sebab hujan sepanjang tahun telah menurunkan rendemen hingga 5,89%. Akibatnya, produksi gula hanya tercapai 237.910 ton atau meleset dari target 2010 sebanyak 280.000 ton.

sumber : http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2011/05/kapasitas-giling-pg-jatibarang-3-000-tcd/

Read More
Posted by mbesaran hijau on Friday, May 20, 2011
1 comments
categories: | |

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesia

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Blog Archive