Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengusulkan, tiap pabrik gula memiliki minimal lahan tebu sekitar seribu hektare untuk mendukung produksinya.
"Tiap pabrik gula sebaiknya punya kebun tebu sendiri, meski tidak seluruhnya," kata Dahlan di sela-sela kunjungan di Banaran Resort, di Kabupaten Semarang, Jumat.
Pernyataan Dahlan tersebut untuk menanggapi keluhan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tentang kondisi delapan pabrik gula di provinsi ini yang perlu direvitalisasi.
Menurut Dahlan, jika satu pabrik gula minimal membutuhkan 5.000 hektare lahan untuk produksi, maka kebutahan sekitar seribu hektare di antaranya sudah tersedia.
Ia menuturkan, mekanisme ini sebagai upaya untuk mengantisipasi persaingan dengan komoditas lain yang ditanam oleh petani.
"Petani masih berpikir menanam padi lebih menguntungkan dibanding tebu," katanya.
Selain itu, lanjut dia, upaya ini juga sebagai bentuk pembinaan petani dalam menanam tebu.
"Selama ini, petani masih salah sangka tentang penilaian kualitas tebu untuk bahan baku gula," katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, penyelesaian masalah pabrik gula bukan selalu soal teknologi.
"Masalah ini harus diselesaikan secara parsial, bukan melulu masalah teknologi," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Bibit Waluyo menyampaikan bahwa delapan pabrik gula di Jawa Tengah masih memiliki mesin yang usia tua.
Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak mampu mendukung target swasembada gula di Jawa Tengah pada 2013 mendatang.
Read More
Posted by
mbesaran hijau
on
Sunday, April 15, 2012
categories:
|
Administratur beserta jajaran karyawan Pabrik Gula Jatibarang
mengucapkan :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1432 H
Minal Aidin Wal Faidin
Mohon maaf lahir bathin
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufik serta hidayahnya kepada kita semua,....Amin
Read More
Posted by
mbesaran hijau
on
Tuesday, August 23, 2011
Pabrik Gula (PG) Jatibarang, Brebes, Jateng 28 April lalu memasuki musim giling dengan kapasitas giling sekitar 3.000 ton tebu per hari. Aktivitas giling ini lebih awal dari yang ditetapkan Menteri Pertanian Suswono yang jatuh 5 Mei 2011.
Kepala Dinas Perkebunan Jateng Tegoeh Wynarno Haroeno mengatakan PG Jatibarang pada 28 April sekaligus membuka masa giling tahun ini. “Sementara dua lainnya, PG Sragi di Pekalongan dan PG Sumberharjo di Pemalang menyusul dalam waktu dekat ini,” katanya tadi.
Menurut dia, kedua pabrik itu sudah menggelar pesta perayaan giling tebu awal bulan ini, Sragi sudah selamatan 2 atau 3 Mei lalu, begitu juga Sumberharjo sudah.
Meskipun demikian, Tegoeh tidak menyebutkan secara pasti target realisasi produksi gula hingga awal Mei ini. Namun, dengan asumsi rendemen sekitar 7,34% sebagaimana diharapkan Pemprov, maka produksi gula hingga hari ini baru mencapai 19,82 ton.
Pihaknya berharap produksi gula kristal dari 13 PG di Jateng pada tahun ini mencapai 344.376 ton, dengan memperhitungkan rata-rata masa giling 131 hari, taksasi luas areal tergiling sebanyak 63.341 hektare dan rendemen 7,34%. “Musim giling akan diakhiri oleh PG Trangkil di Pati pada 28 Oktober mendatang,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi rendemen pada tahun ini, pihaknya mendorong penggunaan bibit unggul dan ketepatan tebang, angkut dan giling.
“Disbun mengembangkan pembibitan secara kultur jaringan an seluas 560 hektare, sedangkan secara konvensional seluas 20 hektare,” katanya.
Selain itu, antisipasi juga dilakukan melalui revitalisasi PG. Sejauh ini, baru tiga PG di Jateng yang melakukan revitalisasi mesin, yakni PG Trangkil, PG Pakis Baru dan PG Cepiring.
Seperti diketahui, target produksi gula Jateng pada 2010 tak terpenuhi sebab hujan sepanjang tahun telah menurunkan rendemen hingga 5,89%. Akibatnya, produksi gula hanya tercapai 237.910 ton atau meleset dari target 2010 sebanyak 280.000 ton.
sumber : http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2011/05/kapasitas-giling-pg-jatibarang-3-000-tcd/
Read More
Posted by
mbesaran hijau
on
Friday, May 20, 2011
Sebelum pelaksanaan Resepsi Selamatan Giling yang dilaksanakan di Stamp Vloor atau juga disebut sebagai Stasiun Puteran dimana tempat proses pengkristalan gula, Posesi diawali sebelum hari Selasa Legi tanggal 18 Mei 2010.
Seperti biasanya seluruh manajemen melakukan ziarah ke makam Syeh Abdul Rohman bin Malik Ibrahim (Syeh Magribi) yang berasal dari desa Azamzami kota Magrabi sebelah barat Makkah yang makamnya terletak di desa Suro – Pesarean. Selain memberikan Doa dan menabur bunga juga membaca Tahlil serta meminta kepada Allah SWT agar Giling 2010 diberikan keselamatan serta diberikan berkah dan keuntungan untuk perusahan.
Selanjutnya Rombongan kembali ke Pabrik dimana di Pabrik Tengah ada salah satu Makam yang terdapat di Tengah Pabrik Tengah tepatnya dibawah Masakan, Makam tersebut dikenal dengan nama Makam Mbah Mudin .
Siapakah Mbah Mudin? Memang tidak banyak informasi yang didapat hanya saja konon beliau adalah seorang Pejuang yang asli Jatibarang dan juga seorang sakti yang sangat membenci bangsa penjajah saat itu sehingga makamnya tidak pernah mau untuk dipindah pada saat pembangunan Pabrik tersebut, saat dipindah ke suatu tempat maka makam itu kembali lagi ke tempat semula yaitu di dalam pabrik hingga saat ini.
Kembali pada ritual, setelah membacakan doa-doa di Makam Mbah Mudin dilanjutkan denga membaca Tahlil dan sholawat Nariyah yang bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar giling tahun 2010 selalu diberikan keselamatan dan keuntungan sehingga karyawan slalu diberikan kesejahteraan.
TEBU TEMANTEN, Esok harinya dilanjutkan dengan Pengambilan Tebu Temanten yang akan diarak dari Kantor Tebang Angkut menuju tempat Penggilingan yatu di Krapyak Stasiun Gilingan, Pengambilan tebu penganten dilaksanan di dua kebun yaitu Kebun Klampis sebagai tebu temanten wanita yang diberi nama SITI SOLECHA bin PS JT 941 dan Kebun Bulakelor Lumbung sebagai Tebu Temanten Pria yang diberi nama AHMAD SOLICHIN bin PS 97 226.
Sebelum mengambil tebu temanten tersebut dilaksanakan juga selamatan kebun temanten di area kebun masing-masing dngan membaca doa dan tahlil.
Selanjutnya adalah PASANG SESAJI, hal ini telah dilaksanakan secara turun temurun dan ini menjadi suatu tradisi kepercayaan dimana kita sebagai manusia juga hidup berdampingan dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya diharapkan tidak saling menggangu. Biasanya pemasangan sesaji dilakukan di Stasiun Gilingan yakni dengan memberikan kepala Kerbau serta jajanan pasar dan beberapa tumpeng.
Setelah pemasangan ritual sesaji dan doa kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat Alquran, dan bagi panitia Upacara penerimaan tebu temanten melakukan gladi resik untuk persiapan esok hari.
Tibalah saatnya pelaksanaan Resepsi Selamatan Giling 2010, Diawali dengan diaraknya Temanten Tebu yang diarak dari Kantor Tebang dan angkut menuju Krapyak yang diiringi oleh rombongan rebana serta atraksi Drumband TK Permata yang meramaikan acara tersebut. Para Tamu undangan sudah berkumpul di Krapyak bersama karyawan guna melakukan upacara serah terima tebu temanten.
Penyerahan tebu temanten dilakukan dengan upacara serta penyerahanya dari Kepala Sub Tebang dan Angkut diserahkan kepada Kepala Tanaman selaku pengelola Tanaman, Kepala tanaman menyerahkan kepada Kepala AKU selaku Pejabat yang mengelola financial kemudian Kepala AKU menyerahkan Tebu temanten kepada Administratur selaku pejabat puncak.
Selanjutnya Administratur menyerahkan kepada Kepala Instalasi dan Kepala Pengolahan selaku Pejabat yang bertanggung jawab terhadap proses pembuatan Gula, dan dari kedua pejabat tersebut Tebu temanten diserahkan kepada Ketua SP BUN Nusantara IX Unit Kerja PG Jatibarang selaku Ketua Serikat Pekerja yang berhubungan dengan permasalahan ketenaga kerjaan. Selanjutnya tebu dimasukan kedalam krapyak untuk digiling.
Mohon Doa Restu semoga di tahun 2010 produksi sesuai dengan harapan minimal mendekati dengan RKAP 2010 yang telah menjadi kesepakatan bersama….Amin
GALERY FOTO RITUAL SELAMATAN GILING 2010
Read More
Posted by
mbesaran hijau
on
Thursday, June 24, 2010
Saat ini PG Jatibarang sedang melaksanakan acara metikan atau Bancakan juga disebut sebagai Cembengan, Metikan berasal dari kata “METIK” atau saatnya memetik tebu karena pada saat itu tebu sudah matang dan saatnya ditebang untuk digiling.
Pelaksanaan metikan tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 25 April 2010 hingga 18 Mei 2010 saat pelaksanaan Selamatan Giling 2010. Tahun ini memang agak lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan animo masyarakat khususnya di jatibarang yang haus akan hiburan serta secara kebetulan PG Jatibarang juga sedang melakukan program pengembangan Agrowisata yang dipusatkan di Mbesaran.
Pelaksanaan Selamatan Giling sudah sejak lama dilaksanakan dari mulainya berdirinya pabrik yakni tahun 1842 hanya saja berbeda saat keramaiannya namun tidak menghilangkan ritual-ritual khususnya.
Pada jaman colonial Belanda metikan dilaksanakan untuk menghibur masyarakat disekitar pabrik dan menjadi tolak ukur bahwa dengan adanya metikan berarti bahwa Pabrik Gula sudah saat nya untuk menggiling tebu. Tidak hanya di PG Jatibarang namun di PG-PG lain yang ada di Jawa juga melaksanakan ritual saat akan giling tebu.
Untuk meramaikan kegiatan Selamatan Giling 2010 Panitia Selamatan Giling 2010 telah melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti lomba-lomba yang diikuti oleh seluruh karyawan PG Jatibarang. Kegiatan meliputi :
- Lomba Billyard
- Lomba Catur
- Lomba futsal
- Lomba Tenis Meja
- Lomba Tenis Lapangan baik karyawan maupun antar instansi
- Lomba Jalan Sehat
- Lomba Mewarnai tingkat TK
- Tembang kenangan
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara meriah dan juga tersedia hadiah-hadiah menarik dari sponsor yang mendukung kegiatan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dapa terlaksana dengan baik berkat saling kerjasama diantara karyawan, panitia, manajemen serta dukungan dari beberapa pihak khususnya para donator yakni rekanan, dan para pedagang serta pengelola mainan yang meramaikan arena permainan di lapangan Pabrik Gula.
GALERY FOTO KEGIATAN SELAMATAN GILING
Read More
Posted by
mbesaran hijau
on